Turki Usul Perdagangan Internasional Tinggalkan Dolar AS

Senin, 03/09/2018 18:55 WIB

Kirgizstan - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengusulkan  mengurangi ketergantungan internasional menggunakan dolar Amerika Serikat (AS), yang dinilai menjadi penghambat.

"Kami mengusulkan melakukan perdagangan dengan mata uang kami, ketimbang dolar AS," ujar Erdogan saat menghadiri KTT Dewan Negara-Negara Turk di Pusat Kebudayaan Rukh Ordo di Kirgizstan, Senin (3/9).

Secara terpisah, pemimpin Turki tersebut juga mengatakan, Turki dan rekan-rekannya tidak boleh menunda perlawanan mereka terhadap Organisasi Teroris Fetullah (FETO).

FETO dan pemimpinnya yang tinggal di AS, Fetullah Gulen, mendalangi kudeta yang berhasil digagalkan pada 15 Juli 2016, yang menewaskan 251 orang dan melukai sekitar 2.200 lainnya.

Ankara juga menuduh FETO di belakang kampanye panjang untuk menggulingkan pemerintahan melalui penyusupan ke institusi-institusi Turki, terutama militer, kepolisian, dan pengadilan.

Erdogan menambahkan organisasi teror ini telah membuat berbagai institusi pendidikan di seluruh dunia, seperti yang mereka lakukan di Turki.

Anadolu melansir, KTT ini digelar oleh Kirgizstan dan dibuka oleh Presiden Sooronbay Jeenbekov di Pusat Kebudayaan Rukh Ordo. Selain presiden Turki, Azerbaijan, Kazakhsran, dan Uzbekistan, Hongaria sebagai negara pengamat mengirimkan perdana menterinya.

TERKINI
Panduan Urutan Ibadah Haji dari Awal hingga Akhir KPK Dalami Pertemuan Hilman Latief dan Yaqut Cholil Bahas Kuota Haji Kasus Kanker Kolorektal pada Anak Muda Meningkat, Ilmuwan Ungkap Pemicunya FA Luncurkan Penyelidikan Dugaan Kasus Mata-Mata Southampton