Senin, 03/09/2018 06:45 WIB
New Delhi - Penasihat senior Kementerian Ekonomi India, Sanji Sanial, mengatakan, New Delhi siap menangani hasil apapun dari sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Sanial mengatakan, di tengah pertumbuhan ekonomi, isu-isu seperti perang perdagangan AS-China, kebijakan moneter ketat AS, kenaikan harga minyak dan sanksi perdagangan Iran sangat mengkhawatirkan.
Mei lalu, Gedung Putih keluar dari kesepatakan nuklir Iran 2015, sekaligus memulihkan kembali sanksi di Negeri Para Mullah tersebut. Sanksi jilid pertama mulai berlaku pada Agustus, kemudian sanksi jilid kedua yang menargetkan sektor energi Iran akan beroperasi pada November tahun ini.
IRGC Klaim Rudal Iran Hantam Kapal Induk dan Kapal Perang AS
Iran Kecam Serangan AS terhadap Tiga Kapal Tanker Minyak
Penjelasan Kemensos soal Biang Kerok Desil Tak Sesuai Kondisi Masyarakat
Selama tahun fiskal 2016-2017, pembelian minyak Iran oleh India meningkat sebesar 11 juta ton. Pengilangan India dengan cepat meningkatkan impor minyak setelah penghapusan sanksi 2015 Iran.
Keyword : India Iran Amerika Serikat