Upaya Perdamaian Suriah Disebut Buang-buang Energi

Selasa, 28/08/2018 11:30 WIB

Paris - Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengatakan, upaya apapun yang dilakukan untuk membawa Suriah kembali normal hanya membuang-buang energi, jika Bashar al-Assad berkuasa masih berkuasa.

"Perancis tidak bisa menunjuk pemimpin Suriah berikutnya. Namun adalah tugas dan kepentingan kami untuk memastikan warga Suriah bisa melakukannya," ujar Macron dalam pidato keduanya di pertemuan tahunan konferensi para duta besar di Paris, Selasa (28/8).

Namun, ia juga menyatakan tidak pernah memaksa Assad mundur sebagai imbalan memberikan bantuan kemanusiaan untuk negara tersebut.

Macron juga memperingatkan Assad akan menciptakan krisis kemanusiaan baru di Provinsi Idlib, tempat perlindungan terakhir bagi kelompok pemberontak dan jihadis di Suriah.

"Situasi ini berbahaya. Rezim (Suriah) tidak memperlihatkan keinginan untuk menegosiasikan transisi politik apapun," ungkapnya.

Suriah terperangkap dalam perang sipil yang mematikan sejak 2011 ketika rezim Assad membasmi pedemo pro-demokrasi dengan kejam. Sejak itu, ratusan ribu orang tewas dan jutaan lainnya harus mengungsi karena konflik, menurut PBB.

Pemimpin Prancis ini juga menjabarkan kebijakan luar negeri negaranya kepada sekitar 250 duta besar yang menghadiri konferensi, menekankan empat prioritas yang dicanangkannya tahun lalu yaitu, keamanan, produk-produk perdagangan, daya tarik global Prancis dan Eropa.

TERKINI
Menguak Fakta Medis di Balik Fenomena Ketindihan dan Mitos Makhluk Halus Dalil-dalil Perintah Menjaga Lingkungan dalam Al-Qur`an Meneladani Rasulullah, Doa Saat Wukuf di Padang Arafah Kapan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah? Simak Informasi Lengkapnya di Sini