Menteri Eko Sebut Desa Semakin Maju Sejak Pemerintahan Jokowi

Jum'at, 08/06/2018 05:10 WIB

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan desa semakin maju sejak pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Sejak era pemerintahan Pak Jokowi, desa semakin maju. Pada era Pak Jokowi pula, dana desa digelontorkan ke desa-desa," ujar Eko saat berbuka puasa bersama dengan awak media di Jakarta pada Kamis (7/6) malam.

Dana desa pertama kali diberikan ke desa-desa pada 2015 dengan jumlah anggaran sebesar Rp20,76 triliun. Kemudian meningkat menjadi Rp46,9 triliun pada 2016, Rp60 triliun pada 2017, dan Rp60 triliun pada 2018. Dana desa tersebut telah dimanfaatkan untuk menunjang perekonomian dengan pembangunan jalan sepanjang 121.709 kilometer jalan, 1.960 jembatan, 5.220 pasar desa, 5.116 tambatan perahu, 2.047 embung, dan 97.176 unit irigasi. selain itu, Dana desa juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 21.357 unit, 13.973 unit Posyandu, 21.811 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sarana olahraga, dan sebagainya.

"Media telah banyak membantu program-program yang ada di desa dan mendorong keterlibatan masyarakat. Dua tahun pertama pemberian dana desa, masyarakat belum terlibat banyak. Namun sekarang semakin terlibat, karena media gencar memberitakan mengenai desa baik dan buruknya. Tapi memang semua yang diberitakan itu sesuai dengan faktanya," katanya.

Menurut dia, perhatian besar dari pemerintah terhadap desa harus diberikan untuk mengurangi kesenjangan sosial. Kesenjangan jika tidak dikurangi maka akan menimbulkan gejolak sosial.

"Pemerintah saat ini bertekad membangun Indonesia dari pinggiran. Insya Allah, jika dipimpin Jokowi desa akan semakin maju. Saya berharap para media bisa terus bekerja sama dalam membangun desa-desa yang ada di Tanah Air," katanya.

TERKINI
Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas pada Hari Ini Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi Insiden Delay Bagasi Parah di Bandara KLIA, Menteri Panggil Pengelola