Rabu, 22/08/2018 07:27 WIB
Jakarta - Secara umum, kesuburan mencerminkan status kesehatan seseorang. Orang yang bergaya hidup sehat lebih memiliki kesehatan reproduksi yang sehat.
Menurut hasil studi, diperkirakan saat ini ada 15 persen pasangan di dunia yang infertil.
Artinya, mereka tidak dapat memiliki keturunan secara alamiah meskipun rutin berhubungan seksual tanpa pengaman setidaknya dalam waktu satu tahun atau lebih.
Penyebabnya, lebih dari 50 persen berasal dari faktor pria. Infertilitas pada pria merupakan proses yang sangat kompleks.
Dukung Talenta Muda, Citilink Teken MoU dengan Universitas Padjajaran
Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Tenaga Kerja Indonesia
Kejagung Minta Kejati se-Indonesia Hentikan Pemeriksaan SPPG Program MBG
Agar dapat terjadi kehamilan pada pasangan, maka harus dihasilkan sperma yang sehat dan jumlah yang cukup.
Untuk menghasilkan sperma sehat dan cukup, prosesnya diawai sejak awal masa pubertas di masa pertumbuhan organ reproduksi pria.
Setidaknya salah satu dari dua testikel harus berfungsi normal, disertai produksi testosteron dan hormon-hormon lain yang berperan dalam menstimulasi produksi sperma.
Selain itu, sperma harus terbawa melalui cairan semen. Begitu diproduksi di testikel, akan dialirkan bersama-sama dengan cairan semen dan dikeluarkan saat ejakulasi dari ujung penis.
Jumlah sperma yang ada dalam cairan ejakulat harus cukup agar peluang terjadi pembuahan tinggi. Jumlah sperma yang kurang dari 15 juta per millimeter semen atau jumlah total sperma kurang dari 39 juta per ejakulasi dianggap rendah.
Selain jumlah cukup, bentuk dan gerakan sperma harus baik sehinga dapat memenetrasi sel telur.
Perlu diketahui jika pilihan pekerjaan atau profesi seorang pria, tidak disadari dapat menyebabkan infertil. Berbagai pajanan di tempat kerja berpotensi menyebabkan infertilitas.
Namun diagnosis sulit ditegakkan karena pemahaman yang kurang dan baru disadari berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian antara lain karena status pekerja belum menikah sehingga sulit menilai status kesuburannya.
Keyword : Pria Infertilitas Kerja Kesuburan