Sabtu, 18/08/2018 16:16 WIB
Jakarta - Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi, optimistis program konsumsi pangan lokal Indonesia bisa menjangkau lebih banyak generasi muda.
Hal ini juga berdampak positif dalam menanggulangi kebiasaan mengonsumsi pangan impor yang dianggap lebih murah.
Wandi, sapaan Suwandi mengatakan, jika pemuda sudah sadar pentingnya mengonsumsi pangan lokal, maka ke depannya petani akan semakin sejahtera dan bahagia.
"Kami dorong dinas pertanian bagaimana memanfaatkan pangan lokal seperti kedelai, kentang, kopi yang berdampak ke wisatawan. Diharapkan naik turun tangga tidak lelah," jelas Suwandi.
Tempo Bantah Klaim Kementan, Sebut Sudah Jalankan PPR Dewan Pers
Geledah Rumah Eks Sekjen Kementan, KPK Sita Dokumen dan Mobil
KPK Tetapkan Eks Sekjen Kementan Tersangka Kasus Pemerasan TKA
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pangan lokal memiliki potensi yang luar biasa. Misalnya, kedelai lokal Non GMO, rasanya jauh lebih legit. Buah impor dan lokal rasanya saja lebih enak. Pangan lokal jelas cita rasa dan asal usulnya, tanpa treatment.
"Pangan lokal unsurnya lebih fresh dibanding impor. Ayo kita sukai pangan lokal kita," tegasnya.
Kementan selama ini kata Suwandi, berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas pangan Indonesia selain dari sisi kuantitas produksi.
"Upaya yang telah dilakukan diantaranya peningkatan pembudidayaan secara organik dan peningkatan kulitas budidaya produksi," sebut Suwandi.
Keyword : Dirjen Hortikultura Kementan pangan lokal