Jum'at, 17/08/2018 15:20 WIB
Jakarta - Cadangan beras nasional 2 juta ton dan pompanisasi yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) pada musim kamarau tahun 2018, dinilai mampu menjaga produksi beras dalam negeri.
Demikian kata Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan usai upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Indonesia di lapangan Kementan, Jumat (17/8).
"Musim kemarau yang panen sekarang kan sudah di tanam tiga bulan lalu. Bulan ini, Agustus, September produksi di atas kebutuhan, rata-rata 2,5 juta ton. Sementara produksi kita 3,5 juta ton," terang Agung kepada jurnas.com.
Sementara musim tanam pada Oktober, Agung memperkirakan tidak akan ada masalah soal produksi. Sebab bibit yang akan ditanam adalah padi gogo atau variates unggul yang adaptif terhadap berbagai permasalahan di lahan kering dan kemasaman tanah.
Komisi VI Desak Kemandirian Farmasi: Bahan Baku Obat 80 Persen Impor
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Terjadi pada Juli hingga September 2026
Menteri UMKM Akui Rupiah Lemah Mulai Tekan Pelaku Usaha
"Luas Tambah Tana (LTT) kita lebih di arahkan ke padi gogo. Selain itu Kementan juga menyediakan pompa. Jadi mudah-mudahan nggak terpengaruh," kata jebolan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.
Keyword : Kementan impor BKP Agung Hendriadi kemarau