Jum'at, 10/08/2018 23:14 WIB
Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan tarif ganda untuk baja dan aluminium dari Turki, mulai Jumat (10/8). Kebijakan tersebut muncul pasca hubungan diplomatik kedua negara memanas.
“Saya baru saja meluluskan tarif dua kali lipat untuk baja dan aluminium, sehubungan dengan turunnya mata uang Lira mereka terhadap dolar kami,” kata Trump di Twitter.
“Hubungan kami dengan Turki tidak bagus saat ini,” imbuhnya.
Dilansir dari AFP, nilai tukar lira terhadap dolar mengalami penurunan hingga sembilan persen, sebagai akibat ketegangan AS dan Turki yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Hal itu menimbulkan kekhawatiran pada bank-bank Eropa.
Iran Kecam Serangan Amerika Serikat di Bandar Abbas
Sembilan Orang Hilang Akibat Ledakan di Pabrik Kertas AS
Profil Stadion Unik Mercedes-Benz, Arena Pertandingan Piala Dunia 2026
Bulan ini, Washington juga menjatuhkan sanksi kepada pejabat senir Turki, yang berujung memicu kemarahan Presiden Turki Recep Tayip Erdogan.
Sementara itu, pasar prihatin atas arah kebijakan ekonomi di bawah Erdogan, yang menyebabkan inflasi nyaris 16 persen. Di saat yang sama, bank sentral enggan menaikkan suku bunga.
“Kami tidak akan kalah dalam perang ekonomi,” tegas Erdogan.
“Jika Anda memiliki dolar, euro, atau emas di bawah bantal, pergilah ke bank untuk menukarnya dengan lira. Ini pertarungan nasional,” imbuhnya.
Keyword : Amerika Serikat Turki