Yusuf Mansur Gelontorkan Uang Rp27 Miliar Untuk...

Kamis, 09/08/2018 08:48 WIB

Jakarta- Ustadz Yusuf Mansur terus berusaha mengembangkan kerajaan bisnisnya di berbagai sektor. Yang terbaru, perusahaan bisnisnya PT Veritra Sentosa Internasional (TRENI) atau yang dikenal dengan sebutan  PayTren baru saja  mengumumkan pembelian saham PT Info Media Digital (IMD), yang merupakan pengelola portal web berita dan platform digital tempo.

Dari siaran pers yang didapat Jurnas.com, melalui PayTren, Ustadz Yusuf Mansur menggelontorkan dana sebesar Rp. 27,3 milyar atau setara dengan 152.2881 lembar saham atau sama dengan 5 persen saham dari total saham perusahaan tersebut.

"Kerja sama investasi antara PayTren dengan Tempo.co disepakati dengan itikad baik dan secara jujur dan akan mematuhi sepenuhnya prinsip-prinsip Independensi media serta Good Corporate Governance (GCG) atau etika bisnis," ungkap Founder Paytren Yusuf Mansyur, usai penandatanganan kerjasama reseminya pada Rabu (8/8).

Menurut Yusuf Mansur, kerjasama ini dilakukan agar pengguna PayTren di seluruh Indonesia, dapat dengan mudah mengakses segala informasi dunia dan juga informasi nasional. Ia ingin costumer PayTren dapat dengan mudah untuk memenuhi kebutuhannya melalui aplikasi tersebut.

“Kerjasama ini tentu menguntungkan kedua belah pihak. Dari sisi kami (PayTren) bisa menambah dan memuaskan pelanggannya terutama dalam hal informasi. Nantinya di aplikasi kami, akan terus update seputar informasi berita baik lokal mau pun dunia. Tingga klil aja udah muncul,” terang Yusuf Mansur dengan logat betawinya yang khas.

"Kita kerjsama dan ikut ambil bagian ini nggak ditawarin aja. Justru kita harus nanya, bisa ga ikut memiliki? Apalagi ditawarin. Dan atau emang bisa dibeli. Ya Bismillaah aja semuanya kita jalani,” sambung Yusuf Mansur.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya