Selasa, 07/08/2018 10:27 WIB
Kairo - Gereja Ortodoks Koptik di Mesir melarang penggunaan platform sosial media Facebook bagi para biarawan dan biarawati di gereja Ortodoks.
Imbauan itu disamapaikan pada keputusan kedisiplinan baru untuk para pendeta dalam Pertemuan Biara dan Pendeta yang dipimpin oleh Paus Tawadros II.
Menurut keputusan kedisiplinan yang baru dikeluarkan pertama kalinya itu, Gereja Ortodoks Koptik memerintahkan para pendeta dan biarawan dan biarawati untuk menutup semua akun media sosial di internet.
Keputusan kedisiplinan baru itu diambil setelah peristiwa kematian mencurigakan ketua pendeta di Gereja Makaryos di daerah Wadi Natron pada 29 Juli kemarin.
Dear Fans Arsenal, Begini Cara Dukung Klub tanpa Trofi UCL
20 Contoh Ucapan Hari Lahir Pancasila, Cocok untuk Postingan Medsos
KemenHAM Kecam Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja di Bantul
Di sisi lain, Paus Tavadros II menyatakan bahwa dirinya telah menutup akun resmi Facebook miliknya.
Selain itu, keputusan tersebut juga menghimbau kepada warga Koptik yang melakukan kunjungan ke biara untuk mematuhi peraturan tersebut dan tidak melampaui batas.
Populasi Koptik di Mesir diperkirakan mencapai 10 juta dari 104 juta seluruh populasi Mesir. (aa)
Keyword : media sosial gereja mesir