Kemendes PDTT Gelar Bukber Dengan Penggiat Desa

Selasa, 05/06/2018 20:10 WIB

Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Menggelar acara buka puasa bersama dengan sejumlah tokoh dan penggiat desa di Gedung Makarti Muktitama Kemendes PDTT Jakarta pada Selasa (5/7).   Hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut diantaranya yakni Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, akademisi UIN Yogyakarta Abdul Rozaki, Ketua Komisi V DPR RI Faris Djemy Francis, Ninuk Mardiana P, dan pengurus Lakpesdam PBNU Ulfi Ulfiah serta sejumlah penggiat desa dan para pegawai di lingkungan Kemendes PDTT.   Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi dalam laporannya menyampaikan bahwa memasuki usia empat tahun dalam mengemban amanat Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah melakukan banyak hal dalam meletakkan dasar-dasar yang kokoh bagi pembangunan desa untuk masa depan.   "Peran para tokoh dan penggiat desa sangat penting dalam upaya mendorong keberhasilan pembangunan desa. Kalau tidak ada dukungan dari para tokoh dan penggiat desa, kami tidak ada apa-apanya," ujarnya.   Para penggiat desa, kata Anwar merupakan aktor yang menggerakkan seluruh komponen desa agar mampu berjalan beriringan. Sehingga, seluruh program yang ditawarkan pihaknya selalu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.   "Harus diakui bahwa untuk mencapai keberhasilan yang maksimal utu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Empat tahun itu belum seberapa untuk kita melihat desa yang mandiri. Oleh karena itu, kami berharap dengan silaturahim ini bisa semakin meneguhkan komitmen bersama. Untuk terwujudnya desa yang maju, sejahtera, dan mandiri," katanya.

TERKINI
Dua Lansia Terluka Akibat Kebakaran Rumah di Setiabudi Jaksel Polisi Siapkan 4.576 Personel Gabungan Amankan Demo di Jakarta Studi: Alam Semesta Mengembang Lebih Cepat, Energi Gelap Masih jadi Misteri Kenapa Kelahiran Nabi Muhammad Tidak Jadi Penanda Tahun Baru Islam?