Rabu, 01/08/2018 14:32 WIB
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kinerjapetani bawang merah Brebes, khususnya di desa Jagalempeni Kecamatan Wanasari Kab Brebes. Pasalnya mereka mampu menghasilkan 1,2 ton bawang merah di setiap lahan seluas 0,1 hektare.
Hasil panen itulah yang hari ini dan sebelumnya diekspor ke beberapa negara Asia, termasuk Thailand, Singapura dan lainnya.
"Kita bangga bahwa petani kita terus bergerak maju, hingga kini bisa ekspor tidak impor kembali," ujar Amran saat ikut panen raya bersama para petani di Desa Jagalempeni, Brebes, Rabu (1/8).
Penyuluh Pertanian Desa Jagalempeni, S. Joko Prabowo mengungkapkan desanya memiliki lahan 210 hektare dan sebanyak 150 hektare di antaranya dipergunakan untuk pertanaman bawang merah.
Harga Bawang Merah hingga Daging Sapi Turun
Awal 2026, Bapanas Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Terkendali
PIHPS: Harga Bawang Merah Rp51.250 per Kg dan Rawit Rp69.750 per Kg
Lebih lanjut, Prabowo mejelaskan, bahwa penanaman bawang merah memang memiliki banyak tantangan, makanya harus dirawat secara intensif guna menghasilkan hasil yang maksimal.
"Pertanaman bawang merah seperti bayi merawatnya harus intensif. Terutama penyakit. Untungnya mereka sudah paham caranya, jadi sudah bisa melakukan tindakan pengendalian," lanjutnya.
Senada dengan pak Prabowo, Sultoni selaku ketua kelompok tani di desa tersebut manyatakan hasil panen saat ini cukup menggembirakan karena harga dipasaran lumayan meningkat, sehingga nilai yang diterima petani lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
"Panen kali ini membuat petani tersenyum. Selain hasipnya cukup memuaskan, harga yang ditawarkan juga lumayan tinggi sekitar Rp17.000 perkilo untuk yang basah," kata pria 47 tahun itu.
Sultoni menambahkan, biasanya para petani bawang memperoleh keuntungan sekitar 4-5 juta setiap panen untuk 0,1 hektare lahan dalam satu musim.
Keyword : Menteri Pertanian Amran Sulaiman Bawang Merah Brebes