Sabtu, 28/07/2018 22:55 WIB
Washington - Pemerintah Amerika Serikat (AS) belum kehabisan cara untuk melawan ekspansi Iran. Paman Sam itu secara diam-diam membentuk sistem keamanan baru dan aliansi politik dengan enam negara Teluk, Mesir dan Yordania (NATO Arab, Red).
Gedung putih ingin menjalin kerjasama yang lebih intim dengan sekutu Arabnya atau yang dikenal dengan Middle East Strategic Alliance (MESA). Di antaranya disektor pertahanan rudal, pelatihan militer, kontraterorisme, dan isu-isu lain seperti memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik regional.
Keputusan untuk menghidupkan kembali NATO-Arab terjadi di tengah perang kata-kata Donald Trump dengan Pemimpin Republik Islam Iran, Hasan Rouhani satu bulan belakangan ini. Pemimpin Gedung Putih itu menyebut Negeri Para Mullah mendestabilisasi Timur Tengah.
Upaya pasangan Melania itu rencananya akan dipermantap pada pertemuan puncak yang dijadwalkan oleh Washington pada 12-13 Oktober mendatang.
Trump Ngotot AS Harus Kuasai Greenland, Bukan Denmark
Pochettino Buka Suara Usai AS Tersingkir di Piala Dunia
25 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Sepekan Terakhir
Seorang sumber AS mengatakan, para pejabat Saudi mengangkat gagasan penciptaan kembali pakta keamanan itu menjelang kunjungan Trump ke Riyadh pada tahun lalu.
Sedangkan sumber dari beberapa negara Arab yang terlibat dalam upaya menghidupkan NATO-Arab mengaku sudah menyadari sedari awal soal upaya baru untuk mengaktifkan aliansi itu.Keyword : Arab Saudi NATO Amerika Serikat