Sabtu, 28/07/2018 07:01 WIB
Yerusalem - Pasukan Israel membuka kembali gerbang kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur setelah menutupnya selama beberapa jam untuk mencegah semua orang masuk ke salah satu situs tersuci Islam.
Sebelumnya pada Jumat, tentara Israel menyerbu kompleks itu. Mereka menembakkan gas air mata dan granat ke arah para jamaah yang hendak menunaikan salat Jumat.
"Setidaknya 50 polisi menggerebek Masjid Al-Qibali, menyerang jamaah dan menangkap 20 orang lainnya," kata Firas al-Dibs, seorang juru bicara al-Waqf, Otoritas Warisan Agama Yerusalem, dalam sebuah pernyataan.
Dilansir Al Jazeera, badan yang dikuasai Yordania menyebutkan, total 15 warga Palestina terluka, termasuk tiga penjaga masjid akibat insiden itu.
Presiden Kroasia Tolak Dubes Baru Israel, Ini Alasannya
Prabowo Diminta Kerahkan Jajaran untuk Bebaskan WNI Ditahan Israel
Komisi XIII DPR Kecam Israel, Dukung Upaya Pemerintah Selamatkan 5 WNI
Al-Dibs mengatakan, pemerintah Israel menyegel Masjid Al-Aqsha dengan rantai besi dan mencegah jamaah Palestina untuk masuk. Akibat penutupan itu berakibat pada konfrontasi dengan para jamaah.
Keyword : Israel Yerusalem Masjid Al-Aqsha