Selasa, 17/07/2018 07:01 WIB
California – Perusahaan ojek berbasis aplikasi Uber Technologies Inc diselidiki oleh Komisi Peluang Kerja Sama Amerika Serikat (EEOC), atas dugaan diskriminasi gender pada sejumlah isu, di antaranya pembayaran.
Proses investigasi yang dimulai Agustus tahun lalu pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal sebagai bagian dari penyelidikan. Para penyidik EEOC telah mewawancarai mantan karyawan Uber, dan saat ini sedang memeriksa dokumen para eksekutif, demikian laporan Wall Street Journal.
Dilansir dari Reuters pada Selasa (17/7), CEO Uber Dara Khosrowshahi berjanji akan mengubah budaya perusahaan, setelah mengambil alih Uber pada Agustus tahun lalu dari tanga Travis Kalanick, akibat kasus skandal.
“Kami secara proaktif membuat banyak perkembangan dalam 18 bulan terakhir, termasuk menerapkan gaji, struktur ekuitas baru berdasarkan pasar, merombak proses peninjauan kinerja kami,” tulis laporan tersebut.
Pramono Soroti Komunikasi BUMD Belum Berjalan Baik Karena Ego Tinggi
Mengenal Fenomena Puber Kedua, Benarkah Faktor Biologis?
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Tersangka Kasus Pemerasan
Pekan lalu, Chief People Officer Uber Liane Hornsey mengundurkan diri setelah melewati penyelidikan terkait bagaimana ia menangani tudingan diskriminasi rasial di perusahaan tersebut.
Keyword : Uber Diskriminasi Gender