Minggu, 01/07/2018 10:10 WIB
Teheran – Iran mengklaim belum menerima paket proposal apapun dari Uni Eropa terkait kesepakatan nuklir 2015, dalam rangka menyelamatkan kepentingan nasionalnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi pada Sabtu (30/6) kemarin mengatakan, Iran masih tetap menunggu sembari negara-negara Eropa berdiskusi untuk merancang proposal tersebut.
Dilansir dari Xinhua, pekan lalu Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut tiga negara Eropa telah berjanji akan mengusulkan paket solusi praktis, guna mengamankan kepentingan Iran dalam kesepakatan nuklir 2015 itu.
Awal bulan ini Presiden Iran Hassan Rouhani juga mendesak pendatanganan Uni Eropa untuk kesepakatan nuklir 2015. Hal itu dimaksudkan untuk mengambil tindakan yang praktis dan nyata, setelah Amerika Serikat menarik diri pertengahan tahun ini.
Aset Iran yang Dibekukan di Qatar akan Segera Dicairkan, Segini Nilainya
Pengamat: Israel Tak Ada di Perjanjian, Perdamaian Sulit Tercapai
AS Luncurkan Serangan Udara ke Fasilitas Militer Iran
Diketahui, Iran meneken perjanjian nuklir penting dengan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, China, dan Jerman pada 2015 untuk menghentikan program senjata nuklir. Sebagai gantinya, Iran dibebaskan dari beberapa sanksi internasional.
Namun pada 8 Mei, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan tersebut. Trump berjanji akan memberlakukan kembali sanksi untuk Iran, termasuk di antaranya embargo di Teheran.