Turki Takkan Tinggalkan Irak Utara Hingga Misi Berakhir

Rabu, 13/06/2018 10:40 WIB

Jakarta - Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli mengatakan bahwa tentara Turki akan tetap di Irak utara sampai para teroris dibersihkan dari wilayah tersebut.

Selama wawancara oleh media, Canikli mengatakan Turki telah memasuki tahap baru dalam perang melawan terorisme di kawasan itu.

Canikli juga mengatakan bahwa operasi yang sedang berlangsung yang menargetkan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) berkoordinasi dengan Baghdad dan Teheran.

"Turki bersepakat penuh dengan Baghdad dalam operasi itu," kata Canikli dilansir Xinhua.

Turki mengusulkan operasi gabungan dengan Iran di Pegunungan Qandil Irak utara, tetapi belum ada kemajuan dalam masalah ini, kata Canikli, yang mencatat bahwa Iran telah menyuarakan dukungan sangat jelas untuk serangan itu.

"Militer Turki telah mendirikan pangkalan di daerah-daerah yang diambil dari kelompok-kelompok di Irak utara," katanya.

Turki telah meluncurkan operasi anti-teror di kedua daerah Qandil dan Sinjar di Irak utara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Qandil tidak akan lagi menjadi ancaman dan sumber terorisme bagi Turki.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengkonfirmasi Jumat lalu bahwa militer Turki mendorong teroris 30 km ke Irak utara.

Setelah Operasi Olive Branch di Suriah, pasukan Turki sekarang melanjutkan serangan mereka terhadap kamp-kamp PKK di Irak utara, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Ankara.

Pegunungan Qandil, yang terletak 40 km di sebelah tenggara perbatasan Turki di provinsi Erbil, Irak, digunakan sebagai markas militan PKK.

TERKINI
Intelijen Israel Lapor ke AS, Iran Berencana Bunuh Trump Australia Deteksi Kasus Flu Burung Pertama pada Satwa Lokal Bandara Palm Beach Resmi Ganti Nama Jadi Bandara Trump Jelang Pemilu Israel, Netanyahu Kebut RUU Kontroversial