Keputusan AS Bikin China Geram

Kamis, 07/06/2018 07:50 WIB

Jakarta - China geram dengan keputusan Amerika Serikat yang menerbangkan dua pesawat pengebom B-52 di dekat Scarborough Shoal pekan ini. Hal itu dinilai memicu memburuknya hubungan antara Washington dan Beijing.

Kementerian luar negeri China mengatakan Amerika Serikat tidak boleh terlibat dalam kebohongan terang-terangan mengenai tindakannya di Laut Cina Selatan.

"Jika penyebaran pembom B-52 dan senjata strategis lainnya ke Laut Cina Selatan bukan militerisasi, lalu apa itu?" ujar juru bicara kementerian Hua Chunying.

"Apakah kedatangan pembom B-52 untuk kebebasan navigasi?" tanyanya.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan Hua lebih lanjut mengkritik Amerika Serikat, membandingkan penerbangan militer AS dengan seseorang yang sedang menampilkan unjuk kekuatan.

"Bagaimana bisa kamu tidak memperkuat kemampuan pertahananmu?" kata Hua.

Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan pekan ini di Dialog Shangri-La di Singapura bahwa China telah mengerahkan rudal anti-kapal dan permukaan-ke-udara di pulau-pulau Laut Cina Selatan yang disengketakan.

Penerbangan rudal itu terjadi setelah Mattis mengatakan bahwa China terlibat dalam intimidasi dan paksaan di Laut Cina Selatan.

Namun hal itu dinilai Hua bahwa para pejabat AS sedang berbohong. "Amerika Serikat seharusnya tidak berbohong ketika membuat masalah militer dan tidak harus mencari untuk menciptakan isu provokasi di Laut Cina Selatan," katanya.

"China tidak ingin terlibat dalam perselisihan dengan Amerika Serikat tetapi serangan balasan sebagai tanggapan atas provokasi AS adalah ide dan prinsip dasar kami," tambahnya.

TERKINI
KTT BRICS Panas, Menlu UEA dan Iran Saling Lempar Klaim Berbagai Keutamaan Hari Tasyrik dalam Islam Trump Akui Tak Bahas Tarif Perdagangan saat Bertemu Xi Jinping Mengenal Hari Tasyrik: Makna, Asal Usul hingga Larangan Puasa