Soal Kesepakatan Nuklir, Eropa Tak Terpengaruh Rayuan Israel
Selasa, 05/06/2018 12:50 WIB
Berlin - Kanselir Angela Merkel menegaskan kembali komitmen Jerman pada kesepakatan nuklir dengan Iran, meskipun Israel menuding Teheran berlaku curang dalam kesepakatan itu.
"Kami (negara
Eropa) percaya bahwa JCPOA adalah kesempatan untuk menjaga kegiatan nuklir
Iran di bawah kendali untuk waktu yang ditentukan, dan mencegah
Iran yang memegang senjata nuklir," kata Merkel saat konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri
Israel Benjamin Netanyahu, setelah pertemuan mereka di Berlin.
Merkel mengatakan Jerman berada dalam kesepakatan dengan Netanyahu tentang perlunya mencegah senjata nuklir
Iran. Hanya saja ada perbedaan pandangan dalam mencari cara terbaik mencapai misi tersebut.
Presiden
Amerika Serikat Donald Trump bulan lalu menarik AS keluar dari perjanjian nuklir dengan
Iran, dan mengklaim bahwa
Iran menjalankan program rahasia untuk membangun senjata nuklir.
Kesepakatan nuklir
Iran, juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) ditandatangani antara Teheran dan negara-negara besar dunia yakni Tiongkok, Rusia, Prancis, Inggris, dan AS, ditambah Jerman.
Pada Senin Merkel juga menekankan bahwa perjanjian nuklir
Iran sejauh ini memberikan lebih banyak transparansi dalam kegiatan nuklir Teheran.
Namun dia juga mendesak badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memeriksa secara teliti materi terbaru yang diajukan oleh
Israel, yang menuduh adanya program rahasia yang dilakukan
Iran.
"Saya percaya bahwa ini sangat penting untuk transparansi yang lebih besar," katanya.
Israel, pada bulan lalu, mengklaim dinas intelijennya telah memperoleh 55 ribu halaman dokumen
Iran yang mengungkapkan bagaimana Teheran diduga berbohong kepada dunia setelah menandatangani perjanjian penting pada 2015 untuk mempertahankan program nuklirnya. (aa)
TERKINI
Israel Serang Lebanon Selatan dan Timur, Enam Orang Tewas
Perluas Pasar, ASDP Ikutkan UMKM Binaan ke Inabuyer 2026
Trump Siap Hentikan Perang Jika Iran Patuhi Kesepakatan Baru
Kronologi Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki yang Tewaskan 16 Orang