Menaker: Indonesai Butuh Tenaga Kerja Terampil

Selasa, 15/05/2018 15:25 WIB

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengungkapkan bahwa Indonesia masih membutuhkan tenaga kerja terampil demi mampu bersaing di era revolusi industry 4.0. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi menjadi Negara ekonomi ke-7 terbesar di dunia pada tahun 2030 mendatang.

 “Artinya Indonesia membutuhkan supply tenaga kerja terampil sebanyak 3,7 juta per tahunnya,” ujar Menaker Hanif

Selain kekurangan tenaga kerja terampil persoalan lain adalah kondisi angkatan kerja Indonesia yang didominasi lulusan SLTA ke bawah juga mismatch keterampilan antara pekerjaan dengan latar belakang pendidikan.

Oleh sebab itu, Menaker melanjutkan, salah satu cara mengejar ketertinggalan jumlah tenaga kerja terampil adalah dengan menggandeng pihak swasta melalui program pemagangan nasional terpadu di industri.

 “Melalui pemagangan peserta akan mendapatkan pengalaman kerja pada dunia kerja yang sesungguhnya, membentuk sikap mental, perilaku kerja serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga hal tersebut menjadi modal yang sangat penting bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan atau bekerja secara mandiri,” kata Menaker.

Pemagangan nasional merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan SDM para pekerja. Melalui proses magang, calon tenaga kerja mendapakan pengalaman peningkatan keahlian yang terdiri 75 persen praktik.

 

TERKINI
Alasan Salat Tahiyyatul Masjid Sangat Ditekankan Kawasan Transmigrasi Disiapkan jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Ini Zodiak yang Dikenal Paling Jago Menggoda, Siapakah Dia? Konsisten Memperjuangkan Pesantren, Fraksi PKB DPR RI Raih KWP Award 2026