Jum'at, 01/06/2018 03:55 WIB
Jakarta - Ekonom senior, Rizal Ramli mengakui keberhasilan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam membela petani Indonesia. Itu disampaikan oleh Rizal Ramli saat menggelar pertemuan bersama Mentan dengan Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo)
Menurut Rizal Ramli, Menteri Amran sangat berpihak terhadap nasib petani Indonesia dan sangat all out dalam meningkatkan kedaulatan pangan di Indonesia, meski banyak tekanan dari pihak pemegang kuota impor.
"Saya sangat apresiasi keberpihakan Pak Amran terhadap nasib petatani seluruh Indonesia. Kebijakan yang diambil all out untuk meningkatkan kedaulatan pangan, walaupun terlalu banyak kepentingan, terutama pemegang kuota impor yang dengan sengaja menciptakan kelangkaan buatan atau artificial scarcity," kata Rizal Ramli kepada wartawan, Kamis (31/5).
Dikatakan mantan Menteri Kemaritiman itu, ciri-ciri artificial scarcity, Pertama, sebetulnya kebutuhannya tidak benar-benar butuh impor, tapi bulog dulu tak melakukan operasi pasar yang cukup, harga naik ya jastifikasi untuk impor.
Ketua DPR Khawatir Tekanan Global Ganggu Stabilitas Harga BBM
Kementrans Dorong Kawasan Transmigrasi Jadi Motor Baru Swasembada Pangan
Wamentrans Dorong GAPKI Ikut Tingkatkan Lapangan Kerja-Pertumbuhan Ekonomi
"Makin lama makin terus, nanti impor ini kan makin banyak lagi tahun depan dan ini kejam sekali, karena merugikan petani. Tapi sekaligus membuat Indonesi kaya lehernya dijerat karena ketergantungan impor," sambunya.
Olehnya itu,Ketua Dewan Pembina Asprindo ini berharapan besar pada Menteri Amran untuk membenahi semua kesalahan-kesalahan ini, supaya pertanian Indonesia makin maju. Pasalnya, alam Indonesia sangat baik, dimana matahari sepanjang tahun bersina, hujan banyak yang bisa menjadikan Indonesia sebagai gudang pangan di Asia.Keyword : Kementan Rizal Ramli pangan importir