Pemerintah Tak Ambil Pusing Keputusan Israel Larang Wisatawan Indonesia
Kamis, 31/05/2018 17:30 WIB
Jakarta – Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie mengatakan, pemerintah tidak bisa turut campur dalam kebijakan Israel yang melarang masuknya wisatawan berpaspor Indonesia ke negera tersebut.
"Itu kedaulatan negara lain, kita tidak bisa ikut campur," ujar Ronny, Kamis (31/5), di Jakarta.
Terlebih, kata Ronny,
Indonesia dan
Israel tidak memiliki hubungan diplomasi. Sebagai negara berdaulat,
Indonesia bisa mengeluarkan kebijakan serupa. Mengatur perizinan warga negara asing untuk masuk ke
Indonesia, termasuk warga negara
Israel.
"
Indonesia juga bisa melakukan hal serupa, itu kan kedaulatan mutlak," kata Ronny.
Saat ini, kata Ronny, pemerintah tengah mencari solusi terkait banyaknya wisatawan rohani asal
Indonesia yang berkunjung ke
Israel. Pemerintah perlu berdiskusi bersama dengan stakeholder dari Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen Negara dan lainnya.
Kementerian Luar Negeri, di sisi lain, mengaku sudah mengetahui langkah pelarangan oleh
Israel tersebut. Namun senada dengan Ronnie, Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M. Fachir belum mau banyak berkomentar.
"Kita harus memaklumi bahwa setiap negara memiliki kebijakan terkait pemberian fasilitas
visa, memberikan atau tidak memberikan. Itu saja. Tidak lebih dari itu," kata Fachir di Jakarta, Kamis.
Untuk diketahui,
Israel melarang wisatawan berpaspor
Indonesia memasuki negara tersebut mulai 9 Juni 2018. Aksi ini disebut oleh beberapa media yang berbasis di Timur Tengah sebagai aksi balasan dari
Israel karena
Indonesia terlebih dulu menerapkan pelarangan
visa masuk turis
Israel ke tanah air pada 30 Maret lalu.(aa)
TERKINI
Kurang dari Sebulan, Korban Tewas Wabah Ebola di Kongo Tembus 100 Orang
Tiba di Barcelona, Paus Leo Bakal Berkati Menara Gereja Tertinggi di Dunia
Ini Strategi Bank Indonesia Kuatkan Nilai Rupiah
Imbas Konflik Timteng, Biaya Bahan Bakar Maskapai AS Melonjak 78 Persen