Kamis, 10/05/2018 08:30 WIB
Tel Aviv - Pesawat perang Israel melancarkan serangan balasan pada Kamis (10/5) pagi, dengan menembakkan sejumlah roket di wilayah Suriah.
Dilaporkan oleh kantor berita SANA, ini merupakan serangan kedua Israel, dan pertahanan udara Suriah langsung merespon serangan tersebut.
Dalam sebuah siaran langsung TV Al Ikhbariya, pesawat perang Israel tampak menembakkan roket dari dalam wilayah Pendudukan Palestina (Occupied Palestinian), dan menargetkan Kota Baath, Provinsi Quneitra.
"Serangan ini balasan atas roket Iran yang menghujani Dataran Tinggi Golan pada Kamis dini hari," tulis SANA.
Iran Umumkan Penutupan Kembali Selat Hormuz, Bagaimana Sikap AS?
Wakil Presiden AS: Tidak Ada Bukti Iran Masih Tutup Selat Hormuz
Trump Perkirakan Iran Setujui Kesepakatan dalam 60 Hari
Sebelumnya, militer Iran menembakkan 20 proyektil dan roket ke Dataran Tinggi Golan pada Kamis dini hari. Kendati tidak ada korban jiwa, pasukan pertahanan Israel (IDF) mengklaim terdapat beberapa kerusakan kecil.
"Pada sekitar 00.10, 10 menit lewat tengah malam, pasukan Quds milik Iran menembakkan 20 proyektil. Sebagian besar kemungkinan roket, yang menyasar garis depan IDF di Dataran Tinggi Golan," terang Jonathan dilansir dari Guardian.
"Sejauh ini kami tidak mengetahui adanya korban dari IDF," imbuhnya.
Bila serangan tersebut benar dari Iran, maka ini adalah serangan pertama sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan keluar dari kesepakatan nuklir Iran.
"IDF memandang serangan Iran ini sangat parah. Namun perjuangan belum berakhir," katanya.