Jum'at, 04/05/2018 09:50 WIB
Jakarta - Twitter mendorong semua penggunanya untuk mengubah kata sandi mereka setelah menemukan bug yang menyebabkan sandi disimpan tanpa enkripsi yang tepat.
Bug merupakan kesalahan pada komputer baik disebabkan oleh perangkat lunak ataupun perangkat keras sehingga komputer tidak bekerja dengan semestinya. Jika itu terjadi pada aplikasi, maka data-data bisa bocor dan tersebar.
Platform media sosial menemukan bug yang menyebabkan kata sandi pengguna disimpan dalam log internal tanpa melalui proses yang dikenal sebagai "hashing" di mana karakter kata sandi diganti dengan serangkaian angka dan huruf acak.
"Karena bug, kata sandi ditulis ke log internal sebelum menyelesaikan proses hashing. Kami menemukan kesalahan ini sendiri, menghapus kata sandi, dan menerapkan rencana untuk mencegah bug ini terjadi lagi," kata Chief Technology Officer Twitter Parag Agrawal dalam sebuah posting blog dilansir UPI.
Langgar Batas Usia Anak, Perusahaan Medsos Bakal Didenda Rp1,1 Triliun
Adopsi Konvensi ILO, Menaker Siapkan Regulasi Pekerja Platform Digital
Menaker Sambut Baik ILC Adopsi Standar Kerja Layak dalam Ekonomi Platform
Parag mengatakan bug telah diperbaiki dan penyelidikan menunjukkan tidak ada indikasi pelanggaran atau penyalahgunaan oleh siapa pun.
Dia masih mendorong pengguna untuk mengubah kata sandi mereka demi keamanan akun. Twitter juga mendorong jendela pop-up ke pengguna yang menjelaskan bug dan menyertakan tautan ke halaman pengaturan.