Direktur PMD Dorong Partisipasi Masyarakat Wujudkan Desa Mandiri

Rabu, 02/05/2018 16:37 WIB

Jakarta -  Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) pada  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT),  M. Fachri mengingatkan pentingnya semua pihak wujudkan Desa Mandiri di Indonesia. Dia berharap dana desa dapat dimaksimalkan mendirikan badan usaha untuk mewujudkan cita-cita bersama menjadikan desa yang sejahtera.

"Salah satu indikatornya adalah adanya partisipasi publik dalam pendirian  BUMDes, yang menjadi salah satu prioritas program kementerian. Dengan badan usaha itu, berbagai upaya  dapat dikembangkan dengan melibatkan kelompok-kelompok warga Desa, yang secara lambat laun dapat mengurangi ketergantungan Desa pada Kota,” ujarnya kepada jurnas.com.

Dia menyarankan agar desa-desa bisa berinovasi untuk memanfaatkan dana desa sebagai badan usaha yang mendapatkan keuntungan. Tak hanya itu saja, sehingga  dapat juga memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk menggerakkan perekonomian. Makanya, perlu ada terobosan saat akan mendirikan BUMDes.

“Terobosan itu perlu dilakukan oleh  pemimpin untuk melakukan suatu  perubahan. Dan dari situ, kemudian perubahan wujudkan Desa Mandiri. Dengan dana desa, diharapkan dapat  digunakan untuk  perekonomian demi percepat kemandirian desa dan wujudkan kesejahteraan warga desa,” ujar M.Fachri.

Dikatakan Fachri lagi, Presiden Joko Widodo selalu mendorong Desa agar  menjadikan Dana Desa sebagai stimulan  bagi desa untuk meningkatkan ekonomi secara signifikan.

Dalam konteks Kementerian Desa PDTT, M. Fachri mengatakan, kebijakan tersebut   diterjemahkan dalam 4 program prioritas, yakni Produk Unggulan Kawasan Perdesaan, Embung Desa, BUMDes dan Sarana Olah Raga Desa.

Fachri mengatakan,   Kemendes PDTT berperan secara preventif dan edukasi bagi Desa agar dana desa dapat dimanfaatkan secara maksimal, transparan, partisipatif dan tepat sasaran.

“Melalui Pendamping Desa yang tersebar di seluruh Desa di Indonesia diharapkan tumbuh partisipasi masyarakat, sekaligus menjadi unsur penting dalam pengawalan dana desa  yang berbasis komunitas,” kata  M. Fachri.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya