PLN Siap Tanggung Kerugian Demi Tahan Kenaikan Tarif Listrik

Jum'at, 27/04/2018 03:01 WIB

Jakarta - Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir mengatakan PLN siap menanggung kerugian atau tergerusnya laba perusahaan demi menjaga tarif listrik tidak naik hingga akhir 2019.

Keputusan PLN menahan tarif listrik ini, sebut Sofyan, sesuai arahan Presiden, meskipun saat ini harga minyak dunia sudah jauh melampaui harga asumsi yang ditetapkan di dalam APBN 2018 sebesar USD48 per barel.

“Semua kekurangan [dari selisih harga akibat kenaikan harga minyak] akan PLN tanggung,” ujar Sofyan saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Kamis.

Tarif listrik saat ini untuk rumah tangga 450 VA sebesar Rp415 per kWh. Kemudian untuk rumah tangga 900 VA tidak mampu besaran tarifnya Rp586 per kWh. Listrik rumah tangga 900 VA mampu besaran tarifnya sebesar Rp1.352 per kWh, dan untuk pelanggan nonsubsidi besaran tarif listriknya Rp1.467 per kWh.

Sofyan menambahkan, sebagai BUMN, PLN tidak hanya berhitung untung ataupun rugi. Kepentingan masyarakat harus diutamakan.

“Tidak apa-apa kita kurangi untung, yang penting kekurangannya bisa dipertanggung jawabkan,” lanjut Sofyan. (AA)

TERKINI
Negara dengan Pemain Naturalisasi Terbanyak di Piala Dunia 2026 Konsumsi Sayuran Ini untuk Bantu Proses Pencernaan Ini 8 Kuliner Khas Bulan Muharram di Indonesia 7 hobi yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Benarkah?