Rabu, 25/04/2018 16:15 WIB
Subang - Bimbingan teknis (Bimtek) penggunaan, pemeliharaan, dan perbaikan alat mesin pertanian (Alsintan) yang diadakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mendapat respon positif para petani dari seantero Kecamatan Pusaka di Balai Desa Bojong Jaya, Rabu (25/4).
Tercatat hadir antara lain Ade Wahyudin, Oo Sugandi, dan Heri Rinanto adalah tiga dari 20 ketua kelompok tani (Poktan) dari 17 kecamatan di Subang. Sementara tiga penyuluh pertanian setempat tampak sibuk berkoordinasi dengan para petani dan ketua Poktan yang hadir di bawah koordinasi Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Subang, H Anang SP.
Bimtek yang digelar oleh Pusluhtan di BPPSDMP Kementan merupakan rangkaian dari kegiatan Bimtek di seluruh Indonesia di bawah koordinasi Ketua Penanggung Jawab Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan - PJ OPA Nasional, Momon Rusmono.
KKP Pastikan Pengelolaan Rantai Dingin di KNMP Berjalan Profesional
Tempo Bantah Klaim Kementan, Sebut Sudah Jalankan PPR Dewan Pers
Geledah Rumah Eks Sekjen Kementan, KPK Sita Dokumen dan Mobil
Kehadiran instruktur Alsintan menjadi penentu keberhasilan kegiatan Bimtek, dan PJ OPA Jawa Barat, Siti Munifah menghadirkan dua instruktur Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian di Malang - STPP Malang yang menjadi narasumber teori dan praktik Bimtek Alsintan di tiga kabupaten selama enam hari.
"Kegiatan Bimtek kami awali dengan peninjauan lapangan, observasi lahan, memeriksa kondisi Alsintan yang wajib kami lakukan sehari sebelum Bimtek," kata Darmanto didampingi Diantoro, instruktur Alsintan STPP Malang yang roadshow tiga kabupaten sejak Rabu pekan lalu.
Para petani kian antusias mengikuti Bimtek ketika memasuki sesi praktik setelah istirahat, shalat dan makan siang (Ishoma), dengan bergabungnya para petani yang sedang panen perdana April 2018. Sebagian besar mereka adalah pria dan wanita paruh baya yang dalam 10 tahun ke depan akan menghadang pertanian nasional, lantaran keturunan mereka enggan ke sawah, tapi lebih memilih bekerja di pabrik atau hijrah ke kota.