Senin, 23/04/2018 10:07 WIB
London - Satu dari delapan spesies burung terancam mengalami kepunahan global. Spesies-spesies tersebut di antaranya burung puffin, burung hantu bersalju, dan burung penyu, yang jumlahnya kian mengkhawatirkan.
Negara Dunia Burung (The State of World`s Birds) dalam data populasi burung selama lima tahun terakhir menemukan krisis keanekaramagamn hayati, yang disebabkan oleh ekspansi dan intensifikasi di bidang pertanian.
Hasilnya, secara keseluruhan, 74 persen dari 1.496 burung terancam secara global, dipengaruhi terutama oleh pertanian. Penebangan juga masih jadi ancaman utama kepunahan.
"Setiap melakukan penilaian ini, kami melihat sedikit banyak spesies yang terancam punah. Situasinya memburuk dan trennya meningkat," kata perwira sains global untuk BirdLife International Tris Allinson dilansir dari The Guardian.
7 Fenomena Sains di Al-Qur`an yang Baru Dibuktikan Sekarang, Apa Saja?
Pemanasan Global Disebut 5.000 Kali Lebih Cepat dari Evolusi Padi
Kebakaran Hutan Kini Aktif Sepanjang Malam, Studi Ungkap Penyebab-Dampaknya
"Dulu spesies yang terancam punah berada di puncak gunung atau pulau terpencil, seperti merpati merah jambu di Mauritius. Tapi sekarang yang terancam punah justru spesies yang pernah menyebar dan dikenal luas, seperti burung merpati penyu di Eropa, puffin di Atlantik, dan kittiwake," sebutnya.
Detail laporan itu menyebutkan, 40 persen spesies burung di dunia sedang mengalami penurunan. Peneliti menyalhakan aktivitas manusia atas fenomena ini.
Selain pertanian, penebangan pohon menjadi faktor kunci lainnya yang memengaruhi jumlah populasi burung di dunia, dengan ancaman penurunan sebesar 50 persen. Diikuti pula oleh faktor lainnya, seperti invasi (39%), perburuan (35%), perubahan iklim (33%), dan pembangunan perumahan (28%).
Keyword : Burung Kepunahan Sains Perubahan Iklim