Menteri Desa: Program Dana Desa Diakui Sejumlah Negara Dunia

Jum'at, 20/04/2018 14:01 WIB

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, program dana desa yang bergulir era Presiden Joko Widodo sejak 2015 lalu dianggap mampu mendorong pembangunan yang masif di desa. "Tidak dipungkiri, dana desa telah diakui oleh sejumlah negara di dunia," ujarnya.

Kata Menteri Eko, sedikitnya terdapat 13 negara dari kawasan  Asia Pasifik yang akan mengusulkan ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mewajibkan seluruh negara berkembang untuk menerapkan program dana desanya.

Dengan program dana desa yang sedang dijalaninya ini, Menteri Desa mengatakan, telah banyak perubahan yang signifikan di desa. Terjadi perubahan draktis pada sektor  infrastrukturnya, pendidikan dan lainnya.

"Perubahan itu telah di tinjau secara langsung oleh negara - negara seperti dari Asia Pasifik. Sehingga, dengan diakui oleh dunia, maka, sudah seharusnya PBB mewajibkan program dana desa diseluruh negara berkembang," katanya.

Eko Sandjojo mengatakan, Indonesia patut bangga karena salah satu negara tetangga yakni Malaysia  mengirimkan delegasinya ke Indonesia hanya ingin mengetahui secara langsung program dana desa di Indonesia.

"Malaysia telah datang ke indonesia dan mengirimkan puluhan delegasinya agar belajar ke Indonesia. Padahal desa - desa di Malaysia itu lebih maju dari pada desa di Indonesia. Saya beberapa kali juga diminta untuk sharing atau berdiskusi terkait program dana desa di sejumlah negara - negara," katanya.

Walau program dana desa bisa dikatakan sukses, namun masih terdapat pekerjaan yang belum di selesaikannya dalam membangun desa. Sehingga, diperlukan partisipasi semua masyarakat untuk membantu membangun desa. "Setiap tahun, program pembangunan desa harus lebih baik dari sebelumnya. Sehingga, desa bisa menjadi wilayah yang mandiri dan mensejaterakan masyarakat," ujar Menteri Desa.

TERKINI
8 Tips Penting Bagi Jemaah Haji Indonesia saat Berada dalam Pesawat Bolehkah Berangkat Haji dengan Cara Menyogok? Pecat Pelatih, John Terry Sebut Masa Depan Chelsea Belum Jelas Fahri Bachmid: Tuntutan Kasus PI Masela Tak Berdasar Hukum