Kamis, 05/04/2018 12:05 WIB
Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengatakan 65 juta orang di Asia Tenggara berisiko jatuh miskin karena tidak bisa mengakses layanan kesehatan dasar yang mahal.
"Mereka harus mengeruk kantong mereka untuk membeli obat, terutama yang menderita penyakit seperti gangguan jantung dan diabetes," kata Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara Poonam Khetrapal Singh dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (05/04/2018).
Poonam mengatakan diperlukan banyak upaya meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia bagi kesehatan serta keterampilan tenaga kesehatan dan tenaga penunjang.
Juga diperlukan upaya untuk memastikan tenaga kesehatan dan tenaga penunjang mau menetap di daerah pedesaan dan daerah yang sulit dicapai, demi memastikan adanya pelayanan kesehatan bermutu bagi setiap orang di manapun mereka berada.
WHO Minta Pembatasan Perjalanan Akibat Ebola Ditinjau Ulang
WHO Curiga Wabah Ebola di Kongo Sudah Menyebar Berbulan-bulan
Prabowo Terpukul, Pertumbuhan Ekonomi 35 Persen Tapi Kemiskinan Meningkat
"Hampir setengah populasi di Asia Tenggara masih belum sepenuhnya mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar. Ketidaksetaraan masih terjadi," tutur Poonam.
Menurut Poonam, masyarakat kurang mampu dan berada di daerah pedesaan memiliki akses yang lebih terbatas daripada masyarakat yang berpenghasilan tinggi dan hidup di perkotaan.
Karena itu, WHO mengajak seluruh negara anggota di Asia Tenggara meningkatkan upaya menuju cakupan kesehatan semesta untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi semua orang, kapan pun di mana pun, tanpa mengalami kesulitan keuangan.
Keyword : WHO Kemiskinan Meningkat