Rabu, 04/04/2018 09:18 WIB
Tehran - Presiden Iran, Hassan Rouhani memperingatkan konsekuensi dari kehadiran pasukan asing yang tidak diinginkan di Suriah. Ia bersikeras pada kebijakan yang dipegang lama Iran bahwa krisis Suriah tidak dapat diselesaikan secara militer.
"Intervensi pasukan asing yang memasuki Suriah tanpa izin telah menambah masalah negara itu," kata Rouhani sebelum kunjungannya ke Turki.
Presiden Iran, Rusia, dan Turki dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan puncak trilateral di Turki mengenai krisis Suriah pada Rabu (4/4) hari ini.
"Subjek pembicaraan ini adalah masa depan Suriah. Dalam putaran terakhir pembicaraan, ketiga negara mengambil langkah penting untuk masa depan Suriah dan demokrasi di negara itu," kata Rouhani dikutip dari Tehran Time, Rabu (4/4).
Pemerintah Yaman Minta PBB Lebih Tegas terhadap Iran Soal Pendaaan Houthi
Bahas Isu Nuklir dan Selat Hormuz, Negosiasi AS-Iran Dibagi Dua Tahap
Iran Tekankan AS Wajib Bertanggung Jawab Atas Kesepakatan Damai
Ia juga mengatakan pertemuan tersebut tindak lanjut dari pembicaraan di Astana, di mana sebuah dokumen tentang menciptakan zona de-eskalasi di Suriah ditandatangani.
Iran, Turki dan Rusia menengahi pembicaraan Astana di Suriah untuk menemukan solusi politik untuk konflik delapan tahun.Keyword : Iran Suriah Amerika Serikat Astana