GMPG Desak KPK Usut Keterlibatan Melchias Mekeng di Korupsi e-KTP

Senin, 02/04/2018 21:06 WIB

Jakarta - Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk menindaklanjuti dan mengusut keterlibatan Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng dalam korupsi e-KTP. Apalagi, Mekeng disebut-sebut salah satu pihak yang turut menerima uang dari proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.‎

Demikian disampaikan Inisiator GMPG di KPK Sirajuddin Abdul Wahab, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/4). Menurut Sirajuddin, pihaknya akan memberikan dukungan lembaga antirasuah terkait hal itu.

"Kami, GMPG, merasa penting untuk memberikan support moral terhadap pak Setya Novanto maupun KPK dalam rangka membongkar secara jujur proses perjalanan mega korupsi e-KTP," ucap Sirajuddin.

Sirajuddin mengaku telah mengajukan surat permohonan untuk bertemu dengan pimpinan KPK dan mengajukan permohonan silaturahmi dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar seklaigus terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto.

"Jadi kami ketemu pak Novanto, kami akan meminta klarifikasi kepada beliau karena penyebutan nama pimpinam partai di dalam proses perjalanan e-KTP ini misalnya pak Mekeng itu kan bukan hal yang baru," tutur Sirajuddin.

Dikatakan Sirajuddin, surat permohonan ini menjadi penting lantaran adanya pelaporan kepada GMPG dari pihak Melchias Mekeng yang melaporkan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri. Padahal, kata Sirajuddin, penyebutan nama Melchias sebagai salah satu pihak yang menerima aliran dana dalam kasus korupsi e-KTP bukan yang pertama kali.

"Sebelum GMPG menyampaikan nama beliau (Malchias Mekeng), dari 2017 nama itu sudah tersebut," tandas Sirajuddin.

Novanto sebelumnya dalam persidangan kasus e-KTP sebelumnya menyebut Mekeng menerima aliran dana US$500 ribu. Pemberian uang itu melalui keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi.

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Melchias Mekeng disebut menerima uang panas e-KTP sebesar US$1,4 juta. Diduga uang dari Andi Narogong itu terkait kapasitas Mekeng sebagai ketua Banggar DPR RI.

TERKINI
Harapan Gencatan Senjata Menipis, Biden Bertemu Raja Yordania Rusia akan Praktikkan Skenario Senjata Nuklir Taktis dalam Latihan Militernya Militer Israel Serukan Palestina untuk Mengevakuasi Warga Sipil Rafah Israel Menggerebek Kantor Al Jazeera setelah Perintah Penutupan Stasiun TV Lokalnya