Saudi Minta AS Tak Tinggalkan Suriah

Minggu, 01/04/2018 06:55 WIB

London - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman mengatakan, pasukan Amerika Serikat harus tetap di Suriah meskipun pernyataan terakhir dari Presiden Donald Trump menyerukan mereka keluar dari wilayah tersebut.

"Kami percaya bahwa Suriah masih membutuhkan pasukan Amerika Serikat beberapa jangka lagi ke depan," ujar Pangeran Salman kepada majalah Time, dikutip dari Arab News, Minggu (4/4).

Pewaris kerajaan Arab Saudi itu menjelaskan, "Kehadiran negeri yang berujuluk Paman Sam di Suriah adalah satu-satunya cara untuk meredam pengaruh Iran di wilayah tersebut."

Pangeran mahkota Saudi mengatakan, menempatkan pasukan Amerika Serikat di Suriah akan memungkinkan Washington untuk memiliki suara di masa depan negara yang dilanda perang itu.

Dalam wawancara, putra mahkota memperingatkan bahwa Iran dan milisinya di wilayah itu sedang bekerja untuk membuka rute darat Iran yang menghubungkan Tehran dengan Mediterania melalui Irak, Suriah, dan Lebanon.

Putra Mahkota Mohammed menjawab pertanyaan tentang Presiden Assad masa depan Suriah. Ia mengatakan, kemungkinan akan tetap sebagai presiden untuk saat ini tetapi. Meski begitu, ia menambahkan, adalah kepentingan Presiden Assad untuk tidak membiarkan Iran bebas di Suriah.

TERKINI
Berbagai Keutamaan Bulan Muharram dan Amalan yang Dianjurkan Inilah Lima Negara Penghasil Keju Terbaik di Dunia Komisi I Dorong BAKTI Komdigi Perkuat Literasi Digital Masyarakat Komisi V Tekankan Pengawasan Intensif Pembangunan Sekolah Rakyat