Senin, 26/03/2018 20:55 WIB
Jakarta - Gangguan bipolar merupakan gangguan suasana perasaan sedih atau senang yang berlebihan, terjadi dalam waktu yang cukup lama, mengakibatkan gangguan fungsi dan penderitaan baik untuk orang yang mengalami maupun sekitarnya. Hal itu juga kembali disampaikan oleh Dr. Hervita Diatri, SpKJ(K) perwakilan dari Pokdi Bipolar DKI Jakarta.
Menurutnya, gangguan bipolar dialami oleh sekitar 34-36 persen populasi sepanjang hidupnya (lifetime prevelance), artinya 1 dari 3 orang di dunia sedikitnya pernah mengalami gangguan bipolar. Angka ini sama atau jauh lebih besar dibanding penyakit fisik seperti hipertensi (30 persen), kanker (13 persen), diabetes melitus (8,8 persen), dan stroke (2,7 persen). Oleh karena itu, sudah selayaknya GB menjadi perhatian bagi masyarakat.
Stres di Masa Remaja Bisa Ganggu Perkembangan Otak Berdampak Jangka Panjang
Ternyata Stres Tidak Tunggal, Ilmuwan Temukan 7 Jenis Tekanan Mental
Studi: Satu Malam Kebisingan Lalu Lintas Bisa Picu Stres pada Jantung
Keyword : gangguan bipolar stres hervita diatri