Minggu, 25/02/2018 10:15 WIB
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri menyatakan Indonesia masih harus meningkatkan tenaga kerja yang berpendidikan tinggi dan terampil. Pasalnya, sumber daya manusia yang dimiliki NKRI kebanyakan mereka hanya lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama serta sangat sedikit yang lulus SMA.
"Negeri ini masih butuh peningkatan angkatan kerja berpendidikan dan terampil. Hal itulah yang menjadi persoalan serius dalam dunia ketenagakerjaan yang kita hadapi saat ini," ujar Menteri Hanif.
Hanif menilai kondisi tersebut disebabkan karena kualitas lulusan perguruan tinggi yang masih belum sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Sedang persoalan lainnya juga disebabkan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan latar belakang pendidikan.
"Hal itulah yang merupakan persoalan terbesar yang harus dipecahkan karena pada dasarnya Indonesia bisa memiliki tenaga kerja yang terampil di setiap bidang andai bisa menyelesaikan persoalan tersebut, tambah Politisi PKB.
Dunia Kerja Ketat, Wamenaker Minta Mahasiswa Perkuat Kompetensi-Sertifikasi
Wamenaker Ajak Serikat Buruh Kolaborasi Revisi UU Ketenagakerjaan-Aturan K3
Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke ILC-114 di Swiss
Dari sekitar 125,44 juta orang tenaga kerja Indonesia, 60,24 persen di antaranya hanya memiliki pendidikan SMP ke bawah. Sedangkan lulusan sarjana hanya mencapai 9,29 persen dari 125,44 juta pekerja.
Menurutnya, Indonesia paling tidak membutuhkan 113 juta tenaga kerja terampil pada 2030 karena RI memiliki potensi masuk sepuluh besar negara dengan ekonomi tertinggi pada 2030 mendatang.
Keyword : Info Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Menaker