Minggu, 11/03/2018 19:06 WIB
San Fransisco - Hasil penelitian dari periset di Massachusetts Institute of Technology mengungkapkan berita palsu yang diunggah di Twitter sebanyak 70 persen lebih banyak disebarkan oleh pengguna media sosial dibanding berita benar.
Dalam studi tersebut dikatakan, berita hoaks disebarkan dengan sengaja, dengan memalsukan berita yang sudah direkayasa dan menggunakan sumber yang tidak valid, hingga kemudian disebarkan dengan masif di internet.
Studi tersebut dilakukan dengan membaca ratusan ribu berita yang tersebar di Twitter antara tahun 2006 dan 2017. Para periset menemukan bahwa 126 ribu cerita palsu dapat disebarkan oleh kira-kira tiga juta orang.
Mendiktisaintek Diminta Libatkan Kampus dalam Proyek Giant Sea Wall
SpaceX Kirim Kru Crew-12 untuk Misi Delapan Bulan di ISS
Seperti Manusia, Primata Ini Juga Bisa Cemburu ke Saudara Kandung
Keyword : penelitian Sosial Media Sosmed Berita Hoax