Senin, 05/03/2018 17:47 WIB
Banyuasin – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengatakan, ekonomi di Indonesia sedang merangkak tumbuh, namun ketimpangan kian melebar. Karena itu, ia mengajak pemerintah untuk duduk bersama kembali, membahas ketimpangan tersebut.
Pria yang disapa Zulhasan mengatakan ketimpangan ekonomi di Indonesia makin menyeret masyarakat di daerah menjadi buruh kasar.
"Rakyat di pelosok daerah makin tidak punya kekuatan melawan tekanan pemodal dan terpaksa menjadi penonton atau bahkan tersingkirkan," ujar Zulkifli Hasan saat acara Dialog Kebangsaan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (5/3).
Ia mencontohkan, saat ini kepemilikan tanah di Indonesia begitu timpang. Satu persen orang bisa menguasai 70 persen lahan dalam bentuk konsesi lahan perkebunan dan tambang. Di Banyuasin juga, 70 persen lahan juga bukan milik warga sini lagi.
JCBC ke-17, Indonesia dan Malaysia Bahas Penguatan Ekonomi-Perlindungan WNI
Pertumbuhan Ekonomi Global Diperkirakan Melambat 2,1 Persen pada 2026
Prabowo Bicara Ekonomi Pancasila, Dorong Penguatan Koperasi dan UMKM
"Bayangkan berapa tanah yang nanti bisa kita wariskan pada generasi penerus jika tren ini terus berlanjut," kata Zulkifli
Sebagaimana diketahui, persoalan ketimpangan ekonomi masih menghantui Indonesia dalam kurun dua dekade terakhir. Pada Februari 2017 lalu, Oxfam Indonesia dan International NGO Forum on Indonesia Development (lNFlD) dalam laporannya yang berjudul, "Menuju Indonesia yang Lebih Setara," mencatat peringkat ketimpangan ekonomi Indonesia berada di posisi enam terburuk di dunia.