Kamis, 22/02/2018 08:45 WIB
Jakarta - Agen intelijen di Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menggagalkan serangan teror musim panas lalu setelah mengetahui kelompok teror ISIS berencana untuk mengebom sebuah pesawat Australia, Rabu (21/02)
Unit 8200, sebuah divisi intelijen militer di IDF yang mengumpulkan sinyal intelijen dan dekripsi kode, memberikan informasi tentang serangan yang menyebabkan penangkapan tersangka.
"Kegagalan serangan tersebut menyelamatkan puluhan orang yang tidak bersalah dan membuktikan posisi Unit 8200 sebagai pemain utama dalam pertarungan intelijen melawan ISIS," kata seorang perwira IDF dilansir UPI.
Agen intelijen berada di garis depan perang cyber Israel, dengan sekitar setengah dari unit tersebut melakukan aktivitas di luar perbatasan Israel, mencegat dan mengumpulkan intelijen tentang ancaman.
Hizbullah Beri Lima Syarat Gencatan Senjata dengan Israel
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel
Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi
Pejabat mengatakan bahwa serangan yang dilakukan oleh negara Islam yang digagalkan itu direncanakan untuk penerbangan Etihad Airways dari Sydney ke Abu Dhabi, UAE.
Empat orang ditangkap di daerah pinggiran Sydney karena merencanakan serangan, salah satunya melibatkan penanaman alat peledak pada seseorang yang tanpa sadar membawanya ke pesawat.
Unit 8200 mengatakan bahwa pihaknya juga baru saja menghentikan serangan cyber Iran yang menargetkan organisasi publik dan swasta di Israel.