Akademisi: Jokowi-Cak Imin Punya Chemistry untuk Duet

Rabu, 21/02/2018 11:47 WIB

Jakarta – Presiden Joko Widodo dan Muhaimin Iskandar dinilai punya chemistry untuk berduet pada pemilihan presiden (pilpres) 2019. Alasannya, kedua tokoh ini punya rekam jejak bagus dan bisa saling melengkapi.

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako Palu, Dr. Ir. Adam Malik menilai, kedua politisi ini punya kecocokan. Jokowi dikenal sebagai sosok yang kental nasionalismenya, sedangkan Muhaimin alias Cak Imin merupakan representasi Islam moderat, karena berasal dari Nahdlatul Ulama dan pesantren.

“Cocok itu. Saya kira mereka berdua punya chemistri. Cak Imin sebagai tokoh pemuda yang cerdas dan agamis, setya bibit, bobot, dan bebet yang jelas,” kata Adam di Jakarta, Selasa (20/2).

Kiprah Cak Imin di kancah perpolitikan Indonesia, kata dia, tak bisa dipandang sebelah mata. Namanya masuk dalam sepuluh besar kandidat calon wakil presiden (cawapres) 2019, di berbagai survei nasional.

Cak Imin adalah generasi muda yang punya segudang pengalaman, baik di ormas maupun sebagai politisi,” ujar Adam.

Selain Cak Imin, beberapa nama baru juga masuk dalam kandidat cawapres 2019. Di antaranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies Baswedan, hingga Zulkifli Hasan. Namun menurut Adam, Cak Imin punya kualitas di atas ketiga cawapres tersebut.

Cak Imin punya jam terbang tinggi di bidang politik,” jelasnya.

TERKINI
Dari Budak hingga Guru Tasawuf, Ini Perjalanan Rabiah al-Adawiyah "Ini Uang Rakyat!" Mekeng Desak SKK Migas Buka-bukaan Soal Cost Recovery Tren Global Menurun, Skor PISA Matematika RI Ikutan Lesu Komisi VII Panggil TikTok-Tokopedia, Soroti Pembekuan Dana UMKM