Jum'at, 16/02/2018 20:30 WIB
Kalimantan Timur - Walil Ketua MPR RI Mahyudin menyindir para oknum pejabat yang melakukan korupsi. Ia mengatakan, Indonesia sulit maju, karena anggaran yang ada tidak digunakan secara maksimal untuk membangun, tetapi diambil untuk pribadi dan kelompok tertentu.
Hal itu disampaikan Mahyudin menyusul banyaknya pejabat negara yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait tindak pidana korupsi. Dan adanya proyek infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah rusak sebelum waktunya.
"Padahal anggaran belanja negara kita itu tidak terlalu banyak. Kalau sebagian anggaran, itu dikorupsi berarti anggaran untuk pembangunan makin sedikit, jadi kapan kita akan maju," kata Mahyudin menambahkan.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR dihadapan masyarakat kecamatan Muara Wahau. Acara tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Wahau Baru, Kecamatan Muarau Wahau Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Jumat (16/2).
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April
Legislator PKS: Salah Langkah Diplomasi Bisa Ganggu Ekspor dan Fiskal
Pimpinan MPR Dorong Aksi Cepat Hadapi Krisis Iklim
Akibat anggarannya dikorupsi, menurut Mahyudin, banyak proyek pembangunan yang tidak dibangun sebagaimana mestinya. Sehingga banyak proyek yang cepat rusak, tidak bisa berumur panjang sebagaimana mestinya.
"Akibatnya masyarakat juga yang dirugikan. Jalan yang baru dibangun, cepat rusak, atau jembatan yang baru diresmikan sudah amblas. Artinya, koruptor itu sesungguhnya musuh masyarakat," kata Mahyudin menbahkan
Keyword : Warta MPR