AS-Rusia Cekcok soal Suriah

Jum'at, 16/02/2018 15:30 WIB

Washington - Utusan tetap Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu mengatakan, sudah saatnya Rusia menggunakan pengaruhnya atas rezim Assad demi terwujudnya perdamaian di Suriah.

"Rusia seharusnya mematuhi zona de-eskalasi untuk membantu proses politik. Rusia juga seharusnya menjamin bahwa senjata kimia harus dihilangkan dari Suriah," ujar Nikki Haley saat pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Suriah.

Haley menyebut rezim Bashar al-Assad sebagai fron Iran dan Hezbollah, dan mengkritik kelalaian Teheran dalam menjalankan kewajiban-kewajibannya di Timur Tengah.

Haley menegaskan, Amerika Serikat tidak bisa terus mendukung perdamaian sambil mengabaikan dukungan Iran untuk aktivitas terorisme di Timur Tengah dan upaya teroris untuk menetap di negara tersebut.

"Akhirnya, kita harus menyadari bahwa rezim Assad tidak menginginkan perdamaian, kecuali jika perdamaian sesuai dengan ketentuan mereka, yaitu sebuah perdamaian di mana setiap orang di Suriah yang menentang rezim tersebut dibunuh, disiksa, dipenjara, atau dipaksa untuk meninggalkan negara tersebut," tambah Haley.

Sementara itu, Utusan Tetap Moskow untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan, Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya seharusnya menggunakan pengaruh mereka atas oposisi rezim untuk mencegah kekerasan.

Nebenzia menambahkan bahwa proses politik di Suriah harus terbebas dari segala tekanan internasional.

Selain itu, Utusan Tetap Prancis untuk PBB Francois Delattre mengatakan, semakin banyak stabilitas di wilayah tersebut akan membantu proses negosiasi di Wina akhir bulan ini, yang akan berfokus pada masa depan Suriah, dan mengakhiri perang sipil dengan mempertemukan pihak rezim dan oposisi. (aa)

TERKINI
Mengapa Hari Angin Sedunia Diperangati Setiap 15 Juni? Hari Kesadaran Kekerasan terhadap Lansia Sedunia 15 Juni, Ini Sejarahnya 15 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Klasemen Piala Dunia 2026: AS, Swiss, Skotlandia, dan Meksiko Memimpin