Sabtu, 10/02/2018 06:51 WIB
Jakarta – Bukan di Asmat, Papua, warga ibu kota pun masih dilanda gizi buruk. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto menyebutkan masih terdapat 34 kasus gizi buruk di Jakarta.
Angka ini menurun dari 194 anak pada Januari tahun lalu. Menurut Koesmedi sektor kesehatan, menyumbang 30 persen penyebab gizi buruk. Lainnya akibat persoalan sosial, lingkungan, pendidikan, dan kemampuan ibu serta keluarga.
"Di ibu kota ini kan orang keluar masuk, dengan kondisi kesehatan beragam," jelas Koesmedi.
Di Jakarta, terang Koesmedi, masih terdapat masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, pengetahuan gizi kurang dan tinggal di lingkungan padat. Mereka tak mampu membeli makanan sehat dan tinggal di tempat yang lebih layak karena penghasilan terbatas.
Puluhan Rumah di Pemukiman Padat di Johar Baru Ludes Terbakar
PBHI Jakarta: Korupsi MBG Pengkhianatan terhadap Generasi Bangsa
Kamis Sore, BMKG Prediksi Beberapa Wilayah Jakarta Diguyur Hujan
"Bahkan ada yang satu rumah petak dihuni 6-7 orang," kata Koesmedi.
Kasus gizi buruk yang tak disertai penyakit tertentu, ujar Koesmedi, masih lebih mudah ditangani. Jika kasus gizi buruk tersebut disertai penyakit seperti tuberculosis atau HIV, perlu penanganan lebih lanjut.
Dinas Kesehatan, kata Koesmedi, rutin mengampanyekan pola hidup sehat kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kasus gizi buruk baru. (aa)
Keyword : Gizi Buruk Jakarta Koesmedi Priharto