Senin, 29/01/2018 17:07 WIB
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri menyatakan Indonesia masih sangat kekurangan tenaga kerja yang berpendidikan tinggi minimal sarjana. Kebanyakan mereka hanya lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama serta sangat sedikit yang lulus SMA.
"Negeri ini masih kekurangan angkatan kerja berpendidikan sarjana. Hal itulah yang menjadi persoalan serius dalam dunia ketenagakerjaan yang kita hadapi saat ini," ujar Menteri Hanif.
Hanif menilai kondisi tersebut disebabkan karena kualitas lulusan perguruan tinggi yang masih belum sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Sedang persoalan lainnya juga disebabkan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan latar belakang pendidikan.
"Hal itulah yang merupakan persoalan terbesar yang harus dipecahkan karena pada dasarnya Indonesia bisa memiliki tenaga kerja yang terampil di setiap bidang andai bisa menyelesaikan persoalan tersebut, tambah Politisi PKB.
HUT RI ke-81, Kemnaker Dorong Penguatan SDM dan Perluas Kesempatan Kerja
Menaker: Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia
Prabowo Tekankan Penguatan Pelindungan dan Kesejahteraan Pekerja
Data angkatan kerja Indonesia periode Agustus 2017 lalu mencapai 125,44 juta orang. Namun sekitar 60,24 persen diantaranya hanya memiliki pendidikan SMP ke bawah. Sedangkan lulusan sarjana hanya mencapai 9,29 persen dari 125,44 juta pekerja.
Keyword : Info Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Menaker