Sabtu, 03/02/2018 10:01 WIB
Jakarta - Jurnal Scientific mengungkapkan bahwa mengkonsumsi alkohol dengan kadar yang lebih rendah dapat membersihkan racun pada otak, termasuk penyakit Alzheimer.
Penelitian yang dipublikasikan pada Jumat (2/1) waktu setempat, menunjukkan bahwa tingkat konsumsi yang rendah mengurangi peradangan pada otak tikus.
Maiken Nedergaard dari University of Rochester Medical Center dan penulis senior studi itu mengamati sistem glymphatic, metode unik otak untuk menghilangkan limbah, sangat aktif selama orang tidur. Aktivitas ini membantu membersihkan racun yang bisa menyebabkan penyakit Alzheimer dan gangguan syaraf lainnya.
Sistem ini bekerja dengan memompa cairan tulang belakang serebral ke dalam jaringan otak untuk membuang limbah, termasuk protein yang terkait dengan demensia. Tindak lanjut studi menunjukkan bahwa sistem glymphatic bekerja paling baik selama tidur dan membaik dengan olahraga.
Selain Daging, Ini 5 Bagian Sapi yang Enak Disantap
Duh! Pria di Jember Pura-Pura Salat untuk Mencuri Kotak Amal Masjid
Manusia Makin Pintar, tapi Ukuran Otak Mengecil? Ini Penjelasan Ilmuwan
Studi baru menunjukkan bahwa hewan terpapar tingkat penanda peradangan yang tinggi. Periset mengatakan diperkirakan, namun mereka juga menemukan, konsumsi alkohol sekitar dua setengah liter per hari menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam membuang limbah dari otak mereka.
"Namun, dalam penelitian ini kami telah menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa rendahnya kadar alkohol bermanfaat bagi kesehatan otak, yang meningkatkan kemampuan otak untuk membuang limbah."
Studi tersebut menambahkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa rendahnya kadar alkohol memiliki manfaat kesehatan, termasuk penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.