Senin, 29/01/2018 07:03 WIB
Jakarta - Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny ditahan oleh polisi di Moskow. Ia dibekuk karena terlibat dalam aksi unjuk rasa yang mendukung pemboikotan pemilihan presiden Rusia (Pilpres).
Navalny, dilarang mencalongkan diri dalam pemilihan 18 Maret di negara itu karena adanya hukuman kriminal yang dicapnya bermotif politik. Di akun Twitter-nya mengatakan, ia ditangkap setelah bergabung dalam demonstrasi tersebut.
"Saya ditahan Tidak masalah. Datanglah ke Tverskaya, Anda tidak pergi untuk saya, tapi untuk diri sendiri dan masa depan Anda," kicau Navalny di Twitternya
Tak lama setelah itu, ia kemudian mengunggah rekaman video yang menunjukkan bahwa polisi menggiringnya ke tanah selama demonstrasi tersebut.
Putin: Elit Globalis Barat Jadi Biang Kerok Krisis Berdarah di Ukraina
Ancam Musim Dingin Tanpa Listrik, Zelenskyy Bersumpah Balas Rusia
Norwegia Pulangkan 69 Warga Rusia yang Terdampar di Kutub Utara
"Penahanan satu orang tidak ada artinya jika ada banyak dari kita. Seseorang, datang dan ganti saya," ujarnya
Ribuan orang di Moskow dan sekitar 115 kota Rusia lainnya turun ke jalan pada Minggu untuk menyerukan pemboikotan pemilihan yang akan datang. Menurut UPI, sudah sekitar 185 orang ditahan secara nasional selama aksi unjuk rasa tersebut berlangsung
Keyword : Alexei Navalny Rusia