Ngeri, Susu Berbakteri Gentayangan di 83 Negara

Minggu, 14/01/2018 15:34 WIB

Jakarta - Untuk para ibu sebaiknya berhati-hati memilih susu. Susu pabrikan Prancis, Lactalis, sudah divonis mengandung bakteri Salmonella. Dan, susu itu kini sudah tersebar di 83 negara.

Susu Lactalis sebenarnya sudah ditarik pada Desember lalu, setelah ditemukan adanya kontaminasi bakteri. Kepada media Prancis, CEO Lactalis kembali memperingatkan kepada negara-negara lain yang pernah membeli susu tersebut.

Perusahaan Lactalis merupakan salah satu produsen sus terbesar di dunia, dengan penjualan tahunan mencapai 17 miliar euro atau US$21 miliar (Rp280 triliun).

Sejauh ini, 35 kasus telah dilaporkan di Prancis. Sementara satu kasus sudah dikonfirmasi di Spanyol. Kasus lain yang masih diselidki terjadi di Yunani, dengan kemungkinan penyebab adanya bakteri Salmonella di Susu Lactalis.

Dikutip dari BBC, Salmonella merupakan semacam bakteri yang dapat menyebabkan korbannya menderita diare berat, kram perut, muntah, hingga dehidrasi berat. Kondisi itu bisa mengancam nyawa, terutama pada anak kecil.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan surat kabar Prancis, Journal du Dimanche, CEO Lactalis Emmanuel Bernier membantah bahwa perusahaannya berusaha menyembunyikan kasus tersebut. Dia menyatakan siap bekerja sama dengan pihak-pihak yang melakukan penyelidikan.

"Kita akan berkolaborasi sepenuhnya," terangnya.

Emmanuel juga berjanju akan memberikan kompensasi kepada setiap keluarga yang terdampak.

TERKINI
Komisi III DPR Desak Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Online di Medan KPK Dalami Aliran Fee Proyek DJKA ke Pejabat Kemenhub Aktivis Global Sumud Pertama Tiba di Turki Setelah Deportasi Israel KPK Dalami Penukaran Valas oleh Tersangka Korupsi Bea Cukai