Sabtu, 30/12/2017 09:27 WIB
Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan pemimpin gereja Katolik Paus Franciscus saling menyampaikan pesan selamat tahun baru 2018 melalui sambungan telepon. Mereka berharap 2018 menjadi tahun perdamaian, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Demikian disampaikan melalui telepon.
Selain itu, informasi dari sumber kepresidenan mengatakan, Erdogan dan Paus sama-sama menentang keras langkah yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta membahas perkembangan terakhir di Yerusalem.
Status quo Yerusalem yang menjadi kunci stabilitas wilayah itu perlu dijaga dari segala penjajahan dan pertumpahan darah. Erdogan dan Paus mengatakan, dunia perlu memperhatikan langkah masing-masing terkait isu sensitif yang menjadi sorotan internasional ini.
Presiden Erdogan dan Paus Franciscus mengungkapkan kepuasannya atas hasil voting yang diadakan di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Resolusi Majelis Umum itu PBB disetujui oleh 128 negara anggota melawan 9 suara pada kongres khusus pada 21 Desember beberapa pekan lalu.
Pariwisata Turki Anjlok akibat Perang, Hotel Terpaksa Jual Rugi
Geopolitik Memanas, Erdogan Tak Diundang ke KTT Uni Eropa di Siprus
Otoritas Palestina Kutuk Penggusuran Warga di Yerusalem Timur
Mengetahui pentingnya melindungi status Yerusalem yang merupakan tempat suci bagi tiga agama samawi, Presiden Erdogan dan Paus Franciscus sepakat untuk bertemu guna membahas hubungan bilateral dan isu-isu internasional lainnya.
Keyword : Turki Yerusalem Paus Franciscus