Senin, 25/12/2017 08:38 WIB
Vatikan – Pada malam Natal, Paus Fransiskus menyamakan perjalanan Yusuf dan Maria ke Betlehem, dengan migrasi yang dilakukan oleh banyak penduduk di berbagai belahan dunia untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, atau bertahan hidup.
Kejadian itu, meski sudah lampau, tapi menurut Fransiskus pesannya bisa tetap berlaku dalam zaman kontemporer, seperti sekarang ini.
“Begitu banyak langkah yang tersembunyi dalam jejak Yusuf dan Maria. Kami melihat jejak seluruh keluarga yang dipaksa berangkat pada zaman sekarang. Kami melihat jejak jutaan orang yang memang sebenarnya tidak memilih pergi, tapi diusir dari tanah mereka, dan meninggalkan yang terkasih,” kata Fransiskus dikutip dari CBS.
“Dalam banyak kasus, perpindahan yang dipenuhi harapan akan masa depan ini hanya punya satu nama, yakni bertahan,” sambungnya.
Menteri Pigai Usul Bentuk Dinas Gizi Daerah untuk Awasi Program MBG
Menteri Pigai Soroti Keracunan Massal MBG, Pastikan Pemenuhan Hak Anak
10 Ucapan Peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang Penuh Makna
Fransiskus menekankan, dokumen kewarganegaraan umat manusia di muka Bumi berasal dari Tuhan. Karena itu, penghormatan terhadap imigran merupakan bagian integral dari ajaran Kristen.
Keyword : Natal Paus Fransiskus Betlehem Yesus