Pengungsi Palestina di Lebanon Mencapai 177.000 Jiwa

Jum'at, 22/12/2017 18:32 WIB

Beirut-  Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri mengatakan jumlah pengungsi Palestina di Lebanon saat ini mencapai 177.000 jiwa. Hariri menekankan solidaritas Lebanon terhadap Yerusalem dan Palestina.

"Ini adalah hasil sensus yang baru-baru ini dilakukan di 12 kamp pengungsi Palestina di Lebanon," ungkap Hariri di kantor pusat pemerintah di Beirut Tengah, Selasa.

Sebagai sebuah negara, Hariri menegaskan, memahami masalah yang diderita oleh pengungsi Palestina di negara ini. "Lebanon tidak akan mengabaikan hak-hak orang Palestina untuk kembali ke negara merdeka [Palestina] dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya," ujarnya.

Hariri juga membahas mengenai krisis anggaran yang sedang berlangsung dan berdampak pada Badan Bantuan dan Perburuhan PBB (UNRWA), yang tentunya juga memengaruhi kebutuhan pengungsi [Palestina] di Lebanon.

Ia mengatakan bahwa ada "pihak-pihak tertentu" yang menginginkan UNRWA bubar. "Tapi kami akan menentang pembubaran lembaga bantuan tersebut," kata Hariri.

Hariri meminta negara-negara pendonor untuk meningkatkan jumlah bantuan mereka ke UNRWA. Hal tersebut untuk untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi dan memberikan solusi yang tepat untuk masalah mereka. Karena ketegangan sosial yang telah berlangsung sejak lama, Lebanon tidak menggelar sensus penduduk sejak 1932. (Anadolu)

TERKINI
Kementrans Dorong Peningkatan Kualitas SDM Kawasan Transmigrasi di NTT Dolar Tembus Rp18.000, Kaum Menengah ke Bawah Siap-Siap Hadapi Ini! Berbagai Keutamaan Bulan Muharram dan Amalan yang Dianjurkan WHO Desak Negara Cabut Larangan Pembatasan Perjalanan Akibat WHO