Macron Pastikan Perang Melawan ISIS Suriah Berakhir Februari

Senin, 18/12/2017 11:39 WIB

Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kelompok Islamic State Iraq and Syria (ISIS) akan berakhir di Suriah pada Februari mendatang. Selain itu, ia mendorong pemerintah Suriah dan oposisi untuk bergabung dalam perundingan perdamaian baru awal tahun depan.

"Kami baru saja memenangkan perang di Irak dengan koalisi, Dan kupikir pada pertengahan hingga akhir Februari, kita akan memenangkan perang di Syria," kata Macron.

Macron menggambarkan Presiden Bashar al-Assad sebagai "musuh orang-orang Suriah". Namun, bersikeras: "Kita harus berbicara dengan Assad dan wakilnya."

"Walaupun perundingan perdamaian terakhir yang ditengahi PBB minggu ini di New York gagal, kami ingin melihat "sebuah proses muncul pada awal tahun depan dengan perwakilan Assad, namun saya berharap juga perwakilan dari semua oposisi," sambunya

Ia menegaskan bahwa prioritas utama Prancis sebagai bagian dari koalisi pimpinan Amerika Serikat yang menerjang ISIS adalah pemunskan kelompok militan daripada mengusir Assad, yang telah menjadi sikap resmi negara tersebut sejak Juni.

Macron mengatakan presiden Suriah tidak akan meninggalkan wilyah tersebut dalam waktu dekat setelah kekalahan ISIS. "Bashar al-Assad akan berada di sana. Ia akan berada di sana karena dilindungi yang telah memenangkan perang di lapangan, entah itu Iran atau Rusia."

Minggu lalu Pimpinan Prancis ini mengatakan, koalisi operasi militer di Suriah masih terus berlanjut sejak September 2015 dan akan berakhir setelah ISIS kalah.

 

TERKINI
Alasan 10 Muharram Disebut Hari Sakral Sekaligus Memilukan Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura Beserta Artinya Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Siklon Tropis, BMKG Minta Warga di Provinsi Ini Siap-Siap Kena Dampaknya